Background of hokage
“Suatu
hari aku akan mendapatkan julukan Hokage. Lalu! Aku akan melampaui semua Hokage
yang sebelumnya.”
Sebagian
orang pasti tahu tentang kalimat ini.
And tahu juga
siapa yang mengucapkannya. Uzumaki
Naruto. Pada kenalkan? Anak dari Hokage keempat yang didalam
tubuhnya terdapat Jinchurici ekor sembilan. Benar-benar mustahil! Seperti
apapun, gen dan kromosom seekor hewan tidak akan bisa menyatu dengan manusia. Apa
lagi ada hewan didalam tubuh manusia. Berapapun jumlah ekornya. Bener-bener
ngga pernah dapat materi biologi. Tapi, yang lebih aneh lagi, ternyata banyak
orang yang tertarik dan sampai mengoleksi komik plus DVDnya dengan mengorbankan
uang saku. Seneng banget bodohin diri sendiri. Pantas saja, rumus matematika ga
pernah paham. Kembali ke Naruto. Baik orang dewasa,
maupun bocah ingusan, pasti mengetahuinya walaupun belum pernah kenalan. Tapi,
jika ditanya, kenal dengan Muhammad al-Fatih? Sholahuddin
Al-ayyubi? Umar bin Abdul Aziz? Khalid bin Walid? Mus’ab bin Umair?
Haha… pada kenal kagak?! Ga kenal? Apa kata dunia? Tapi, sudahlah. Mereka-mereka itu, biarkan menjadi tokoh-tokoh misterius
untuk kalian ketahui. Yang ingin dibahas disini adalah
tentang Hokage beserta hal-hal yang terkait
didalamnya. Dan, sesuatu yang ada dibelakangnya.
Yang tidak pernah kalian pikirkan. Apa ya? Makanya, ayo lanjutkan membaca!
Bagi
para penggemar manga Naruto, nama Hokage sudah tidak asing lagi. Hokage adalah salah satu dari lima kage pemimpin negara ninja terbesar
yang kuat dan berkuasa. Serta menguasai dan membawahi para ninja yang jumlahnya
puluhan ribu dari semua negara. Bisa dikatakan juga, Hokage adalah orang nomor
satu dalam desa atau negaranya.
Karena
karisma yang dimiliki oleh seorang Hokage sangat berpengaruh besar, posisi
Hokagepun menjadi sesuatu yang sakral. Dan sebuah jabatan yang menunjukkan,
bahwa dialah orang terkuat dan terhebat dalam desanya. Namun, jabatan ini beda
dengan seorang presiden yang membawahi suatu negara. Walaupun daerah kekuasaan
seorang Hokage tidak sebesar daerah suatu negara. Tapi, memiliki pengaruh yang
cukup besar. Hal ini wajar, karena pemimpinnya memiliki potensi sebagai seorang
pemimpin. Bukan orang yang bermodalkan uang dan nekat doankz... Jadilah
rakyatnya menderita seperti sekarang. Kata orang-orang, hidup segan mati pun
tak mau. Seperti makan buah kamasimala. Eeetzzz... simalakama. Yah, sesuai kata
Jiroubou, jika pemimpinnya bodoh, bawahannya jadi tidak berguna. Memang benar, jauh
lebih baik pasukan domba dipimpin singa, daripada pasukan singa dipimpin domba.
Haha... contohnya ada didekat kalian kok.
Membahas
Hokage, berarti mengulas juga, isi manga Naruto milik Mashashi Kishimoto yang
udah mendunia. Lalu sebenarnya misi apa yang ada di balik cerita Naruto???
Hmmm.... Semoga temen-temen ga kaget sama apa yang akan diulas ini. Kalau ada
komen, itu yang ditunggu.
Dalam
manga Naruto, ada tiga poin penting yang menjadi inti berkembangnya cerita
manga Naruto. Hokage, Point of view Konoha dan pola pikir Akatsuki.
Tentang
Hokage. Seperti yang sudah diulas diatas, Hokage adalah suatu jabatan yang
mempunyai karismatik yang luarbiasa. Tanpa dijelaskan dengan rinci, pasti sudah
pada tahu. Posisi tersebut menjadi suatu yang sangat diminati dan tujuan hidup
mereka. Baik dari golongan Genin, Chunin dan Jounin sekalipun. Sesuatu apa yang
membuat Hokage bisa seperti itu? Dan keanehan apa yang ada dibaliknya? Teerrnyata!
Dibalik itu semua, ada konspirasi yang menyeramkan! Apa itu? Ide-ide tentang Sosialis
komunis. Yang intinya-tidak percaya adanya tuhan. Bingung? Berarti otak kalian
sedang berfungsi. Manusia itu, secara fitrahnya dilengkapi dengan tiga
naluri/gharizah yang melekat dalam dirinya. Naluri menuhankan sesuatu, naluri
melestarikan keturunan dan naluri mempertahankan diri. Dan, didalam manga
Naruto ini, naluri tentang menuhankan sesuatu itu, ditiadakan. Dilenyapkan
secara paksa dengan gabungan Rasengan plus Chidori. Gimana ceritanya? Seperti apapun manusia berusaha mencoba
menghilangkannya, naluri menuhankan sesuatu, pasti tetap ada. Dan, jika tidak
disalurkan akan membuat manusia itu gelisah menyeluruh. Singkatnya, seperti
Hokage keempat-Minato Namikaze-menyegel Jinchuriki rubah ekor sembilan dalam
tubuh Naruto dengan jurus Fuin Jutsu. Sekuat apapun jurus itu-walau sampai
harus mengorbankan nyawa hokage keempat sekalipun-kekuatan itu tetap mencoba menerobos
keluar. Seperti itulah gambaran singkat tentang orang yang berusaha memalingkan
naluri menuhankan sesuatu dalam dirinya. Naluri itu, pasti akan merembes keluar
juga. Dalam Ideologi Sosialis komunis- naluri tersebut disalurkan dengan
mentaqdiskan suatu yang lebih besar darinya. Yang biasanya adalah tokoh atau
pemimpin mereka. Seperti kedudukan Hokage. Didalam manga naruto tidak ada agama
apapun. Tapi, untuk menyalurkan naluri tersebut mereka menyalurkan dengan
mengidolakan pemimpinnya. Coba pikirkan, bagaimana mungkin sesuatu yang ada
dibumi ini tidak ada yang menciptakan atau mengaturnya? Contoh paling
gampangnya, pertumbuhan bulu mata kita yang tidak secepat pertumbuhan rambut. Tidak
bisa dibayangkan seperti apa jadinya wajah kalian semua, jika pertumbuhan
bulumata seperti rambut dikepala. Tidak mungkin hal sekecil itu tidak ada yang
mengaturnya. Sekuat apapun manusianya, pasti ada waktu dimana dia benar-benar
lemah dan membutuhkan sesuatu yang jauh lebih kuat darinya. Sesuatu yang tidak
terbatas, tidak membutuhkan apapun dan Maha segalanya. Itulah yang dalam
Sosialis-komunis coba dihilangkan dan atau tidak diakui. Bagi mereka, hal seperti
itu tidak ada. Sebenarnya, penjelasannya masih banyak. Tapi, sayangnya terbatas
oleh prasyarat. Jadi, silahkan mencari lanjutannya, ya? Kalau mau gampang,
hubungi yang membuat artikel ini, hehe.
Materi
selanjutnya, Wild of Fire (bagaimana anak-anak desa bisa terus bertahan) point
of view konoha. Kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Hokage ketiga. Wild of
Fire adalah salah satu yang diagungkan dalam Konoha, yang harus mereka jaga
sampai mati. Yaitu masa depan Konoha dan anak-anak penerus. Poin penting Konoha
dan poin penting Sosialis-komunis. Bagi Ideologi Sosialis-Komunis, segala
sesuatu itu berasal dari materi yang berkembang dan mewujudkan benda-benda
lainnya berdasarkan evolusi materi. Manusia itu adalah materi, mencari materi
dan kelak akan menjadi materi. Apa hubungannya dengan anak-anak Konoha? Pada
percakapan Shikamaru Nara dengan gurunya-Asuma Sarutobi, mereka membahas
tentang masa depan Konoha yang diibaratkan dalam permainan Shogi. Dimana, semua perajurit/bidak shogi harus
menjaga sang Raja. Dalam Konoha, yang dimaksud Raja adalah para anak-anak yang
baru memulai hidup mereka. Yang akan meneruskan estafet perjuangan para
pahlawan Konoha. Oleh karena itu, mereka-anak-anak Konoha-harus dipertahankan
dan dijaga. layaknya prajurit yang menjaga Sang raja. Karena, kalau tidak dijaga maka kelak tidak akan ada
penerus Konoha. Menganggap para anak-anak adalah materi. Yang muncul dengan
sendirinya. Tapi, apakah materi itu bisa tiba-tiba muncul dengan sendirinya? Benarkah
kebenaran teori evolusi? Kalau kalian salah satu orang yang membenarkan,
berarti secara langsung kalian setuju nenek moyang kalian seekor monyet? Haha!!!
Dah pandai baca ya? Satu lagi, bisakah bumi dan isi yang ada didalamnya muncul
begitu saja tanpa ada yang menciptakan? Pikirkan sendiri jawabannya. Jika kalian
benar-benar berpikir, pasti menemukan jawabannya.
Last
but no the least. Cara pandang Akatsuki
(Pain). Penghancuran menuju perubahan. Para Narutofans pasti sudah tahu maksud
dan apa yang diinginkan oleh Pain. Kemudian, seperti apa cara yang digunakannya
untuk mencapai tujuan tersebut. Cara untuk memperoleh perubahan ialah dengan
penghancuran tatanan sistem lama/pemerintahan. Membantai semua orang yang tidak
dibutuhkan dan tidak berguna. Jadi, jika yang lama sudah hancur-maka perubahan
akan bisa terjadi. Bayangkan(karena kalau disuruh mikir, agak malas), dalam
komunis sosialis, jika kalian bodoh/idiot, cacat, kurang sempurna dan ngga
komplit sebagai manusia normal serta tidak bisa menjadi faktor produksi,
maka...Goodbye da-dah! Seperti itu juga pola pikir Pain. Untuk mencapai
perubahan harus dengan pemberontakan kaum tertindas kepada pemerintahan yang
ada. Dan, membinasakan semua yang tidak diperlukan. Masih ingatkan, berapa juta
jiwa yang mati saat Hitler berkuasa? Hanya alasan sepele yang mendasari.
Perbedaan antara Pain dan Hitler, Pain menghidupkan kembali para korban yang
telah dibunuhnya. Sedang Hitler tidak. Maklum, tidak ada yang tidak mungkin
dalam dunia khayalan.
Apa
reaksi kalian dengan hal diatas? Semoga kalian bisa sedikit berpikir tentang
sesuatu hal yang tersembunyi dalam Naruto(tapi, bukan cuma Naruto, masih banyak
yang lain). Genjutsu tingkat tinggi. Bahkan, Kakashi pun tidak bisa
mengatasinya. Sesuatu yang dapat meracuni otak kalian-khususnya remaja Muslim
yang sekarang sedang berjuang melanjutkan kehidupan Islam. Berjuang dalam garda
terdepan sebagai Agen of Change. Melihat suatu objek, jangan asal lihat aja.
Cari tahu sesuatu apa yang melatarbelakangi munculnya sesuatu tersebut.
Kagebunshin no Jutsu... Busssh..
NB: ulasan artikel ini khusus untuk manga naruto chapter
1 sampai chapter Naruto mengalahkan Pain. Setelahnya, ternyata ada pembahasan
yang lebih menarik. Hoho.
Komen: untuk para ibu, bapak, kakek, nenek, eyang, moyang,
diharapkan untuk mengontrol apa yang dinonton dan dibaca oleh anak, kakak dan
adik kalian. Karena lembaga sensor film Indonesia kayaknya agak sedikit rabun
alat inderanya. Jadi, kurang mampu melihat apa yang tersirat. Sepertinya, mereka
lupa pakai kacamata lensa Islam.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar